Pages

Kamis, 11 Desember 2014

TUGAS PAK UDIN



MASJID AGUNG DEMAK
Masjid ini tertua di pulau jawa, ciptaan wali yang dikeramatkan. Menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan islam, sebagai cagar budaya peninggalan Kesultanan Glagahwangi Bintoro Demak. Struktur bangunan masjid, mempunyai nilai historis seni bangunan arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya misterius, karismatik, akan tetapi megah, anggun, indah, mempesona dan berwibawa. Mencerminkan filosofi tingkat kehidupan manusia dalam hubungan dengan ALLAH SWT. Penampilan atap limas piramida menunjukkan akidah islamiyah yaitu : (1) iman; (2) islam; (3) ihsan. Lokasi masjid ada dipusat “Kota Wali” Kabupaten Demak, berjarak ±26km arah timur dari Ibukota Propinsi Jawa Tengah di Semarang, atau ±25km arah barat dari “Kota Kretek” Kabupaten Kudus dan ±35km arah selatan dari “Kota Ukir” Kabupaten Jepara.

PENINGGALAN - PENINGGALAN SEJARAH  

  1.    Soko Majapahit
Delapan buah soko guru serambi Masjid Agung Demak ini adalah benda purbakala asal Kerajaan Majapahit, konon hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi, ayahanda R. Hasan, Raden Fatah, sebagai Adipati Noto Projo di Glagahwangi Bintoro, Demak 1475. Selanjutnya para Waliyullah menobatkan menjadi Raja Islam atau Sultan Bintoro di Demak, dengan Gelar Sultan Syah Alam Akbar Al Fatah Panatogomo 1478 – 1518 M yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Raden Fatah. 
2.  Pawestren


Bangunan yang khusus dibuat untuk sholat jamaah wanita ini dinamakan Pawestren, konstruksi kayu jati, bentuk dan atap limasan sirap kayu jati, jumlah tiang penyangga 8 buah dimana 4 batang tiang utama ditopang belandar balok susun tiga yang diukir motif Majapahit. Luas lantai yang bermanfaat untuk sholat membujur kiblat berukuran 15x7,30 m. bila dilihat bentuk dan motif ukiran Maksuroh/Kholwat tahun 1866 M Pawestren mungkin dibuat pada zamannya K.R. M.A. Arya Purbaningrat.

3.     Surya Majapahit
Hiasan segi 8 ini sangat popular pada masa Kerajaan Majapahit, sehingga para ahli purbakala menafsirkan sebagai lambing Kerajaan Majapahit yang dinamakan Surya Majapahit. Masjid Demak yang diyakini berdiri tahun 1401 S/1479 M, terdapat beberapa hiasan surya majapahit, hal itu mungkin karena Raden Fatah merupakan darah keturunan dari Majapahit. Makam Jumadil Kubro (guru besar para wali) di Troloyo terdapat tulisan Jawa Kuno angka tahun 1376 – 1611 M, terletak didalam situs Trowulan bekas Kerajaan Majapahit di Mojokerto Jatim. Batu nisannya juga terdapat hiasan surya majapahit, bahkan disertai tulisan arab yang memuat surat Ali Imron ayat 18 dan 185 serta kalimah Syahadat. Inti tulisan tersebut adalah mengakui keesaan Allah SWT yang bersifat kekal. Hal itu mengidentifikasikan telah ada penduduk/bangsawan beragama islam hidup berdampingan dengan pemeluk agama lainnya yaitu Hindhu – Budha pada zaman nenek moyang kita.

4.     Museum
     Museum Masjid Agung Demak meski bangunannya kurang representative, akan tetapi tersimpan benda arkeologi sebagai bukti khasanah budaya zaman “Wali Songo” yang mempunyai nilai historis perkembangan islam secara nasional pada umumnya dan di Demak pada khususnya. Di museum ini bisa disaksikan guci hadiah Putri Campan dari dinasti Ming abad XIV, kentongan dan bedug wali abad XV, Pintu bledeg ciptaan Ki Ageng Selo dan benda-benda purbakal lainnya, prasasti, gambar-gambar seperti Dampar Kencana, Maksuroh, surya majapahit yang aslinya masih bisa dilihat di dalam masjid yang monumental peninggalan Kesultanan Glagahwangi Bintoro Demak dari tahun 1478-560 M di bawah Pemerintahan Raden Fatah – Patiunus – Trenggono.
5.     Pintu Bledeg
Pintu bledeg ini ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman wali, konon beliau yang memiliki kesaktian itu dapat menangkap petir, kemudian daun pintu daun pintu yang terletak di tengah masjid itu orang menamakan “Pintu Bledeg”. Sesungguhnya prasasti ini merupakan Condro Sengkolo yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, bermakna tahun 1388 saka atau 1466 Masehi atau 887 Hijriyah, yang diprediksikan sebagai tanda perletakan batu pertama pembangunan masjid.




6.     Mihrab.
Gambar ini memperlihatkan tempat pengimaman, dimana didalamnya terdapat hiasan seperti gambar Bulus merupakan prasasti yang diartikan sebagai Condro Sengkolo maksudnya Sariro Sunyi Kiblating Gusti, bermakna tahun 1401 atau 1479 M. di depan mihrab sebelah kanan terdapat mimbar untuk khotbah, konon benda arkeologi itu disebut Dampar Kencono warisan dari Majapahit. Yang ada di sebelah kiri atau bangunan kayu berukir dinamakan Maksurah yaitu tempat untuk mujahadah Adipati tempo dulu. Pada dinding tembok Mihrab juga terdapat ornament illahiyah, keramik Annam dari Campa, Logo Surya Majapahit dan lain-lain.
7.     Soko Tatal atau Soko Guru
Yang tampak pada gambar adalah 4 soko guru/tiang utama konstruksi penyangga kerangka dan atap masjid susun tiga, masing-masing sokoguru tingginya 16m lebih. Empat tiang uatam menggambarkan, betapa para wali menerima agama islam bersumber dari ajaran Syafi’iyah, sebagai implementasinya iman, islam dan ihsan guna landasan karakter umat dan bangsa. Formasi tata letak 4 soko guru : yang ada di barat laut didirikan oleh Sunan Bonang-Tuban, di barat daya dari Sunan Gunung Jati-Cirebon, di bagian Tenggara oleh Sunan Ampel Surabaya, dan di timur laut dari Sunan Kalijaga-Kadilangu Demak, masyarakat menamakan sebagai Soko Tatal.



8.     Dampar Kencana
Dampar kencana adalah benda arkeologi peninggalan Majapahit abad XV. Konon ini hadiah untuk R. Fatah – Sultan Demak ke I dari ayahanda Prabu Brawijaya ke V. Semenjak tahta Kesultanan Demak dipimpin R.Trenggono, secara universal wilayah Nusantara Indonesia menyatu dan termasyur, ibarat mengulang kejayaan zaman Patih Gajah Mada Syahdan R. Fatahillah Khan, yang lama tinggal berguru ngaji dinegeri Makkah al Mukaromah serta Madinah, adalah putra mahkota darah keturunan Sultan Samudra Pasai di ujung utara Pulau Sumatra itu menjadi menantu R. Fatah, Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati Cirebon ini, sosok seorang muslim yang arif lagi bijaksana serta santun bersahaja, sangat dipercaya Sultan Trenggono. Menjadi Ustads hafid Al-Qur’an yang pintar, mufti yang soleh, imam masjid demak yang khusuk, juga menjadi Panglima Senopati Perang yang berhasil menggilas bala tentara penjajah portugis di bumi banten 1562 M dan menyatudamaikan Kerajaan Pasundan dan Parahiyangan yang rapuh.
Konon Senopati Kasultanan Demak ini juga menggempur total pertahanan Portugis di Jayakarta dan mengganti nama menjadi Jakarta. Akhirnya sejarah mengukir Jayakarta yang kemudian menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka perluasan dan renovasi Masjid Demak, atas saran R.Fatahillah Khan kepada Sultan Demak ke III/R. Trenggono, maka pendopo dan dampar kencono dari Majapahit itu dialih fungsikan menjadi serambi Masjid dan Menjadi mimbar khotbah di Masjid Agung Demak sampai saat ini.






9.     Menara Azan
Menara azan ini dibangun dengan konstruksi baja, untuk memenuhi tuntutan modernisasi era abad XX yang diprakarsai para ulama yaitu K.H. Abdoerrohman (penghulu masjid demak), R. Danoewijoto, H. Moh Taslim, H. Aboebakar, H. Moechsin, pada 2 agustus 1932 yang secara teknis disetujui Direktur R.W/Kepala DPUK W. Coenraad dan Bupati Demak R.A.A Sosrohadiwidjojo dengan biaya sebesar f 10.000 gulden. Tujuan mendirikan menara ini adalah sebagai sarana bagi muazin untuk mengumandangkan azan diatas menara yang tingginya ±22m, agar para zairin dan zairot segera bergegas ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah. Pada zaman itu pengeras suara belum ada, bahkan listrik pun belum ada di Demak.
10.  Maksurah.
Artefak bangunan berukir peninggalan sejarah masa lalu ini dinamakan Maksurah atau Kholwat, memiliki nilai dan bangunan estetika yang unik dan indah, sehinggan relatif mendominasi keindahan di ruang dalam masjid. Maksurah ini dipergunakan oleh penguasa dalam menunaikan sholat dan munajat untuk memperoleh barokah, rahmat dan hidayat Allah SWT. Di luar maupun di dalam artefak terdapat tulisan berukir dengan bahasa dan huruf arab yang intinya memulyakan keesaan Tuhan. Prasasti didalam maksurah menyebut angka tahun 1287 H identik 1866 M, yang saat itu Adipati Demak dijabat K.R.M.A Aryo Prubaningrat.

Selasa, 06 Mei 2014

ANIMALIA DAN KLASIFIKASINYA



ANIMALIA
1.   BELIBIS KEMBANG

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Aves
Ordo                : Anseriformes
Family             : Anatidae
Genus              : Dendrocygna
Spesies            : Dendrocygna arcuata
Morfologi
Belibis Kembang adalah spesies burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur. Burung ini banyak hidup didaerah rawa-rawa dihutan, makanan favoritenya adalah ikan-ikan kecil yang hidup di rawa. Dalam kehidupannya burung ini biasa berkelompok andai ditemui burung ini sendiri berarti besar kemungkinan kelompoknya sudah habis atau bisa juga tertinggal dari kelompoknya. Dilihat sekilas burung ini sangat mirip dengan bebek jawa, atau bebek petelur, namun belibis kembang dalam kegiatannya lebih gesit gerakannya dari bebek jawa meskipun didaerah sumatra burung ini sering disebut dengan burung belibis saja atau bebek hutan
Manfaat/kegunaan.
Di Indonesia burung Belibis banyak digemari untuk di konsumsi sebagai makanan atau menu diet.

2.   KANGURU

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Diprotodontia
Famili              : Macropodidae
Genus              : Thylogale
Spesies            : Thylogale brunii

Morfologi
Merupakan jenis kangguru terkecil yang ada di dunia. Beratnya antara 3-6 kilogram, tetapi ada juga yang 10 kilogram. Panjang tubuhnya sekitar 90 sentimeter dengan lebar sekitar 50 sentimeter. Satwa langka yang dilindungi ini adalah hewan endemik Papua, dan hanya terdapat di Papua di kawasan dataran rendah di hutan-hutan di wilayah Selatan Papua, dan Papua Niugini. Di Indonesia Thylogale brunii terdapat antara lain di Taman Nasional Wasur.
Manfaat
Kantong kanguru digunakan sebagai acuan untuk ibu-ibu di Indonesia dalam membuat gendongan bayi untuk bayinya.
3.   RUSA TUTUL

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Artiodactyla
Family             : Cervidae
Genus              : Axis
Spesies            : Axis axis
Morfologi
Rusa totol mempunyai tinggi tubuh sekitar 90-100 cm. Rusa totol dewasa mempunyai berat antara 50-70 kg untuk rusa jantan dan 40-50 kg untuk rusa betina. Rusa jantan memiliki tanduk yang bercabang hingga mencapai 75 cm tingginya. Rusa totol (Axis axis) merupakan hewan herbivora yang menyukai segala jenis tumbuhan terutama rumput dan dedaunan. Rusa totol dewasa (pubertas) pada umur 10-15 bulan (rusa betina) dan pada jantan pada umur 12-16 bulan (pada jantan). Seekor rusa betina akan bunting selama 234 hari, dan mempunyai jarak antar kelahiran sekitar 275 hari. Usia rusa yang menjadi ikon Istana Bogor ini berkisar antara 20-30 tahun.
Manfaat
Tanduk dan kepala rusanya digunakan atau diambil sebagai hiasan atau panjangan di dinding rumah.
4.   KUDA

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Perissodactyla
Family             : Equidae
Genus              : Equus
Spesies            : Equus caballus
Morfologi
Kuda memiliki tubuh yang tertupi rambut walaupun pada tubuhnya rambut tersebut tidak terlihat jelas. Rambut-rambut tersebut berfungsi sebagai pelindung tubuh dari pengaruh panas dan dingin.  Pada bagian atas antara kepala dengan leher terdapat rambut yang tebal dan banyak, begitu juga pada bagian ekor.
Hampir sama juga dengan hewan lainnya pada kelas mamalia, kuda memiliki mata, hidung, mulut, daun telinga, berkaki empat, dan mempunyai ekor.
Kuda memiliki jari yang ganjil sehingga termasuk kedalam kelompok mamalia berjari ganjil (perisodactya) dan disetiap kaki hanya memiliki satu kuku (berkuku satu). Pada kuda betina memiliki kelenjar susu/mammae (glandulamammae).

Manfaat
a.       Daging
Daging Kuda ini mempunyai manfaat yang sangat banyak karena banyak mengandung protein. Daging Kuda ini tidak membahayakan bagi kesehatan, justru daging ini akan memberi banyak manfaat untuk kesehatan kita, seperti: 
• Menyembuhkan pegal-pegal, linu, dan reumatik      
• Menyembuhkan penyakit asma.        
• Menyembuhkan kaligata.      
• Menyembuhkan epilepsi.      
• Menambah vitalitas tubuh



b.      Susu
Kaya vitamin
Kandungan vitamin susu kuda lebih banyak daripada susu sapi. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam susu kuda antara lain: Vitamin A, B2, B6, B12, C, E,  zat besi, kalsium, kalium dan magnesium.
Menyembuhkan radang usus
Para peneliti dari Universitas Jena di Jerman menemukan bahwa susu kuda membantu mengatasi gangguan radang usus besar, yang biasanya ditandai dengan diare hebat bercampur darah.
Radang usus dapat timbul karena terlalu banyak bakteri buruk di dalam usus. Bakteri itu menciptakan racun yang mengiritasi dinding usus dan diserap ke dalam darah. Hal ini pada gilirannya menimbulkan diare atau sembelit, usus bergejolak, perut kembung, mual dan meningkatkan produksi asam lambung. Susu kuda merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus, sehingga bakteri buruk tidak dapat berkembang lebih lanjut dan zat-zat beracun dalam darah bisa dibuang.
Cocok sebagai pengganti susu sapi
Kata Dr Rene Madeleyn dari departemen pediatrik di RS Filder di Stuttgart: “susu kuda yang mengandung banyak antibodi penetralisir bakteri dan virus ini adalah susu hewan paling mirip dengan susu manusia. Kami sering memberikannya kepada bayi prematur untuk meningkatkan kekuatan dan kekebalan.”
Susu kuda sangat mirip dengan air susu ibu baik dari segi kandungan gizi maupun komposisinya. Selain susu kambing, susu kuda dapat menjadi alternatif bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Namun berhati-hatilah dalam memilih produknya karena bila penyiapannya tidak steril maka dapat berbahaya bagi bayi. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memberikan susu kuda kepada bayi.
Menyembuhkan eksim
Eksim adalah salah satu penyakit kulit paling umum yang menyebabkan infeksi lokal yang ditandai dengan gatal, kemerahan, bengkak dan lecet. Susu kuda yang dikentalkan dan dicampur dengan lidah buaya dapat mengurangi gejala eksim hingga 30%.
Lebih awet
Susu kuda mengandung komponen antibakteri alami sehingga membuat susu menjadi awet.

2.   LANDAK JAWA

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Rodentia
Genus              : Hystrix
Spesies            : Hystrix javanica

Morfologi
Ciri-ciri fisik yang khas pada landak Jawa adalah tubuhnya yang diselimuti rambut halus (seperti rambut pada mamalia lain), rambut peraba, dan duri. Rambut halus dan duri terdapat di seluruh bagian tubuh landak, kecuali pada bagian hidung, mulut, daun telinga, dan telapak kaki. Fungsi dari rambut halus adalah sebagai pelindung dari cuaca panas maupun dingin, membantu mengatur proses homeostatis tubuh, dan sebagai reseptor sensoris. Rambut peraba berwarna hitam dan putih terdapat di bawah hidung dan di sekitar pipi landak. Rambut peraba merupakan rambut khusus yang tumbuh dari folikel hipodermis. Folikel-folikel tersebut dikelilingi oleh saraf yang responsif terhadap rangsangan mekanik seperti sentuhan atau gerakan.
Pada bagian kepala, tubuh dan ekor ditutupi oleh duri yang tebal dan kaku yang panjangnya dapat mencapai 20 cm. Duri tersebut berwarna kecoklatan atau kehitaman, seringkali terdapat band putih pada duri landak. Setiap duri yang ada pada tubuh landak tertanam di dalam kulit. Duri melekat pada otot yang berfungsi sebagai penarik duri tersebut ke atas (penegang) ketika ada ancaman yang mendekat.
Duri-duri pertahanan landak akan ditegangkan ketika landak merasa terancam oleh predator. Landak mampu menghempaskan duri-duri pertahanannya ke tubuh predator ketika predator mendekati landak. Duri-duri pertahanan tersebut dapat terlepas dan menancap pada tubuh predator. Duri-duri yang hilang tersebut akan diganti dengan duri-duri yang baru. Duri-duri baru ini akan tetap berada atau tertanam di dalam kulit sampai tumbuh sempurna. Pertumbuhan duri baru akan sama dengan proses pertumbuhan rambut pada umumnya.
Manfaat
Daging landak untuk meningkatkan vitalitas pria memang telah teruji kebenarannya. Namun, sebenarnya tidak hanya dagingnya saja yang bermanfaat. Hati landak pun ternyata bisa mendatangkan manfaat seperti mengobati penyakit asma.

3.   SINGA

Kingdom         : Animalia       
Filum               : Chordata (mempunyai penyokong tubuh dalam)    
Kelas              : Mammalia (mempunyai kelenjar susu)         
Ordo                : Carnivora (pemakan daging)
Familia            : Felidae (kucing dan kucing besar)   
Genus              : Panthera      
Spesies            : Panthera leo

Morfologi
Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas menjaga daerah kekuasaannya. Berat Singa kurang lebih antara 150 kg (betina) dan 225kg (jantan). Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika dipelihara bisa sampai 20 tahun.
Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.
Singa jantan dipercaya lebih unggul dan perkasa dibandingkan dengan kucing-kucing besar lainnya,tetapi kelemahan singa ialah tidak bisa memanjat pohon sebagus kucing-kucing besar lainnya.
Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.
Manfaat
Taring dan kuku singa banyak digunakan untuk aksesoris atau perhiasan yang digunakan untuk manusia. Bulu singa bisa digunakan untuk membuat jaket bulu dan kulitnya dapat digunakan untuk bahan pembuatan karpet.


4.   MERAK

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Aves
Ordo                : Galliformes
Familia            : Phasianidae
Genus              : Pavo
Spesies            : Pavo muticus

Morfologi
Merak Hijau (Pavo muticus)  memiliki sayap panjang, ekornya panjang runcing, paruhnya pendek runcing. Fungsi dominan kaki untuk bertengger dan berjalan, jarinya berjumlah 5 ( 3 depan, 1 belakang rata dan 1 terangkat), cakarnya runcing melengkung. Merak Hijau (Pavo muticus) mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.

Satu kelompok merak jawa hijau bisa berkisar 30 individu. Karakter burung berbobot badan 3 kilogram hingga 5 kilogram ini berpoligami. Burung merak jantan suka lebih besar dan warna-warna bulunya lebih menarik dibandingkan dengan sang betina. burung jantan sering memperagakan penutup ekornya yang dikembangkan atau bergantian mengusir jantan lain pada musim kawin. Pada malam hari tidur di atas pohon gundul yang tinggi. Pada siang hari suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul. Satu pejantan merak jawa hijau mengawini 4-7 merak jawa hijau betina. Keunikan lain dijumpai pada tingkat usia populasi merak jawa hijau dalam suatu kelompok.

Manfaat.
Pemanfaat merak jawa :  Burung langka yang indah ini diburu untuk di ambil bulunya maupun diperdagangkan sebagai bintang peliharaan. Merak hijau jawa banyak dimanfaatkan sebagai burung hias dan juga dimanfaatkan bulu hiasnya sebagai aksesoris reog ponorogo. Satu reog ponorogo menggunakan sedikitnya 1.000 helai bulu merak jawa hijau. Satu ekor merak jawa hijau diketahui memiliki sekitar 150 helai bulu (Hernowo, 2010), sehingga untuk membuat satu reog ponorogo memerlukan sekitar 9-10 ekor merak hijau.


5.   OWA JAWA

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Family             : Hylobatidae
Genus              : Hylobates
Spesies            : Hylobates moloch
Morfologi
Secara morfologi Owa Jawa memiliki tubuh yang ditutupi rambut berwarna kecokelatan sampai keperakan atau kelabu. Bagian atas kepalanya berwarna hitam, muka seluruhnya juga berwarna hitam dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai warna keseluruhan tubuh. Beberapa individu memiliki dagu berwarna gelap. Warna rambut jantan dan betina berbeda, terutama dalam tingkatan umur. Umumnya anak yang baru lahir berwarna lebih cerah. Antara jantan dan betinanya memiliki rambut yang sedikit berbeda. Panjang tubuh berkisar antara 750 - 800 mm. Berat tubuh jantan antara 4-8 kg sedangkan betina antara 4-7 kg.
6.   RUSA TIMOR

Kingdom         : Animalia
Filum               : Vertebrata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Artiodactyla
Family             : Cervidae
Genus              : Cervus
Spesies            : Cervus timorensis
Morfologi.
Rusa timor secara morfologi memiliki warna bulu coklat abu-abu sampai coklat tua kemerahan dan  yang jantan warnanya lebih gelap. Warna di bagian perut lebih terang dari pada di bagian punggungnya.
Tinggi bahu rusa betina dewasa  100 cm, sedangkan yang jantan dapat mencapai 110 cm. Panjang badan dengan kepala kira-kira 120 – 130 cm, panjang ekor 10 – 30 cm. Sedangkan bobot badannya dapat mencapai 100 kg.           
Rusa jantan dewasa memiliki ranggah atau tanduk yang bercabang tiga, dengan ujung-ujungnya yang runcing , kasar dan beralur memanjang dari pangkal hingga ke ujung ranggah. Panjang ranggah rata-rata 80 – 90 cm, tapi ada yang mencapai 111,5 cm.
Manfaat
Tanduk rusa digunakan sebagai tonik energi, menghangatkan dan membuat jantung serta sistem pembuluh darah sehat. Para pakar TCM seringkali menggunakan tanduk rusa untuk meningkatkan jumlah darah, khususnya dalam menangani kasus anemia yang muncul akibat kemoterapi. Karena pertumbuhannya yang cepat, maka bahan tanduk rusa ini dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan sel darah merah Monoacetyldiglycerides yang merupakan komponen yang terdapat dalam tanduk, diyakini oleh para ilmuwan dapat merangsang produksi sumsum tulang dan sel-sel darah merah. Dalam penelitian menggunakan hewan, suplemen tanduk rusa membuktikan kemampuannya meningkatkan kekuatan otot jantung, menstabilkan ritme jantug dan mengatur tekanan darah. Riset beberapa tahun lalu juga menunjukkan, tanduk rusa ternyata juga dapat digunakan untuk menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi osteoporosis (pengeroposan tulang).





7.      KAKAKTUA JAMBUL KUNING

Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Aves
Ordo                : Psittaciformes
Family             : Cacatuidae
Genus              : Cacatua
Spesies            : Cacatua sulphurea

Morfologi
Burung ini adalah burung yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm, dari margaCacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakatua-kecil jambul-kuning berparuh hitam, kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.

Manfaat
Burung ini digunakan untuk burung koleksi bagi para kolektor burung hias.


SIMPULAN
Jadi, animalia merupakan suatu takson yang memiliki ciri-ciri sendiri dari mulai tingkah lakunya, ciri-ciri fisiknya, cara mereka berburu, mencari makanan untuk kelangsungan hidupnya, serta bagaimana cara mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka.
Habitat dunia binatang pun berbeda-beda, ada yang di pohon, di lingkungan dengan suhu panas atau dingin, di hutan belantara, juga di air.
Hewan-hewan yang di anggap langka perlulah di lestarikan atau di budidayakan di cagar alam atau suaka margasatwa agar para binatang yang populasinya minim bisa terjaga dari pemburu liar.

 DAFTAR PUSTAKA


http://waroeng-klasifikasi.blogspot.com/2013/10/klasifikasi-singa.html